Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Selasa, 10 Mei 2011 · 0 komentar

A. MEDIA PEMBELAJARAN
Kata media berasal dari bahasa latin Medoe yaitu bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Association of Education and Communication Technology di Amerika mendefinisakan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sementara Asosiasi Pendidikan Nasional memberikan pengertian media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatanya. Dari dua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat bagi penerima pesan.
Pengertian belajar secara umum adalah proses belajar dari tidak tahu menjadi tahu. Belajar adalah suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Sedangkan proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem dan media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen dalam sistem pembelajaran (Daryanto : 2010)

Gambar 1. Posisi Media dalam Sistem Pembelajaran (Daryanto : 2010)

Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran. Secara rinci Daryanto (2010) menyebutkan fungsi-fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
(1). Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
(2). Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungim baik karena jaraknya jauhm berbahaya atau terlarang.
(3). Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamari secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil.
(4). Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung.
(5). Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati.
(6). Dapat melaihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat atau sebaliknya melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat.
(7). Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang dan lama.
(8). Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara serempak.
(9). Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat dan temponya masing-masing. Dengn modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesempatan dan kecepatan asing-masing.

B. MULTIMEDIA
Multimedia adalah perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik (Romi Satria Wahono, 2008).
Menurut Yoga Permana Wijaya (2010), beberapa pakar mengartikan multimedia sebagai berikut :
1). Multimedia secara umum merupakan kombinasi 3 element yaitu suara, gambar dan teks (Mc Cormick,1996)
2). Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit 2 media input atau output dari data,media ini dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik, dan gambar (Turban dkk, 2002)
3). Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan prestasi yang dinamis dan intraktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001)

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, Yoga Permana Wijaya (2010) menyimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dan lain-lain. yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik.
Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak, diantaranya adalah untuk media pembelajaran, games, film, medis, militer, bisnis, desain, arsitektur, olah raga, iklan/promosi, dan lain-lain. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka multimedia tersebut dapat dikatakan interaktif.
Berdasarkan beberapa definisi tentang multimedia tersebut, elemen-elemen multimedia adalah sebagai berikut :
1). Teks
Teks merupakan bentuk media yang paling umum digunakan dalam menyajikan informasi untuk menjelaskan bahasa lisan. Teks dapat disajikan dengan berbagai bentuk huruf (font) maupun ukurannya.
2). Audio
Audio atau medium yang berbasis suara adalah segala sesuatu yang bisa didengar dengan menggunakan indera pendengaran. Contoh elemen audiao dalam multimedia antara lain lagu, narasi, sound effect.
3). Grafik ( image )
Grafik adalah suatu medium berbasis visual. Secara umum image atau grafik berarti still image (gambar tetap). Contoh dari elemen berbentuk image adalah foto, gambar digital, lukisan dan poster. Gambar yang disajikan pada komputer disimpan dalam bentuk bitmap atau vektor.

4). Animasi
Animasi merupakan rangkaian gambar yang disusun dan dimainkan secara berurutan. Suatu adegan yang tidak mungkin dilakukan secara live dapat diwujudkan dengan teknik animasi yaitu suatu teknik untuk membuat gambar diam menjadi gambar yang bergerak.
5). Video
Video menyediakan sumber daya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia. Ada 4 macam video yang dapat digunakan sebagai objek link dalam aplikasi multimedia: live video feed, video tape, video disk dan digital video.

C. MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya (Daryanto : 2010). Contoh multimedia interaktif adalah pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain-lain. Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi guru dan peserta didik. Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu pembelajaran dapat dikurangi, kualitas belajar peserta didik dapat ditingkatkan dan proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, serta sikap belajar peserta didik dapat ditingkatkan.

Menurut Daryanto (2010), multimedia pembelajaran mempunyai karakteristik sebagai berikut :
(1). Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
(2). Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasikan respon pengguna.
(3). Bersifat mandiri, dalam arti memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bantuan orang lain.

Selain memenuhi karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya juga memmenuhi fungsi sebagai berikut :
a. Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.
b. Mampu memberikan kesempatan kepada siswa (pengguna) untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri.
c. Mmperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang jelas dan dikendalikan.

Multimedia pembelajaran mempunyai beberapa model dalam penyajiannya. Daryanto (2010) mengelompokkan multimedia pembelajaran dalam beberapa macam model atau format, yuitu :
1. Tutorial
Model ini merupakan multimedia pembelajaran yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disajikan dengan teks, gambar, animasi dan grafik.
Pada saat yang tepat, yaitu ketika dianggap bahwa pengguna telah membaca, menginterpretasikan dan menyerap konsep itu, diajukan serangkaian pertanyaan atau tugas. Jika jawaban atau respon pengguna benar, kemudian dilanjutkan dengan materi berikutnya. Demikian juga sebaliknya jika jawaban pengguna salah, maka dapat dilakukan remedial. Kemudian pada bagian akhir akan diberikan serangkaian pertanyaan yang merupakan tes untuk mengukur tingkat pemahaman pengguna atas konsep atau materi yang disampaikan.

2. Drill dan Practise
Model atau format ini dimaksudkan untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran di dalam suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan terhadap suatu materi atau konsep. Multimedia pembelajaran ini juga menyediakan serangkaian pertanyaan yang ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan maka soal atau pertanyaan yang tampil akan selalu berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi yang berbeda.
Program ini juga dilengkapi dengan jawaban yang benar, lengkap dengan penjelasannya sehingga diharapkan pengguna akan bisa pula memahami suatu konsep tertentu. Pada bagian akhir, pengguna bisa melihat skor akhir yang dicapai, sebagai indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam menjawab soal-soal yang diajukan.

3. Simulasi
Multimedia pembelajaran dengan Model atau format ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya mensimulasikan pesawat terbang, dimana pengguna seolah-olah melakukan aktifitas menerbangkan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, atau pengendalian pembangkit listrik tenaga nuklir, dan lain-lain. Pada dfasarnya format model ini mencoba memberikan pengalaman masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan dengan suatu resiko, pesawat yang akan jatuh atau menabrak, perusahaan yang akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir.


4. Percobaan atau EksperimenModel atau format ini mirip dengan simulasi, namun lebih ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen, seperti kegiatan praktikum di laboratorium IPA, bilogi atau kimia. Program multimedia pembelajaran ini menyediakan serangkaian peralatan dan bahan, kemudian pengguna bisa melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk dan kemudian mengembangkan percobaan-percobaan lain berdasarkan petunjuk tersebut. Diharapkan pada akhirnya pengguna dapat menjelaskan suatu konsep atau fenomena tertentu berdasarkan percobaan yang dilakukan secara maya tersebut.

5. Permainan atau Game
Permainan dalam model atau format ini tentu saja tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia diharapkan terjadi aktifitas belajar sambil bermain. Dengan demikian pengguna tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar. Program ini biasanya disebut sebagai Game Education.

6. Kombinasi Berbagai Model
Manfaat secara maksimal dari multimedia pembelajaran dapat dicapai dengan mengkombinasikan beberapa model multimedia pembelajaran dalam satu program. Kelebihan dari tiap-tiap model yang bervarisi tersebut dapat disatukan dalam satu program multimedia pembelajaran. Model yang solid dan seringkali digunakan adalah model tutorial untuk mengajarkan konsep dan pengetahuan dasar, kemudian menggunakan model simulasi untuk memperkuatnya serta dapat mengaplikasikanya pengetahuan yang diperoleh.


Gambar 2. Berbagai Model Media Pembelajaran

Media pembelajaran berbasis multimedia haruslah mudah digunakan dan memuat navigasi-navigasi sederhana yang memudahkan pengguna. Selain itu harus menarik agar dapat merangsang pengguna tertarik untuk menjelajah seluruh isi program, sehingga seluruh materi pembelajaran yang terkandung di dalamnya dapat terserap dengan baik. Materi pembelajaran yang terkandung di dalamnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sesuai dengan kurikulum dan mengandung banyak manfaat. Program multimedia pembelajaran juga harus mudah di-install pada komputer, serta tidak memerlukan media penyimpanan lain dalam menjalankannya. Dengan kemudahan tersebut membuat pengguna merasa lebih praktis dan penyebarannya akan lebih luas.

Mei 2011
Mokahamd Soleh


DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran, Gava Media, Yogyakarta, 2010
Wahono, Romi Satria, Multimedia Pembelajaran: Pengantar dan Teknik Pengembangan http://www.romisatriawahono.net, diunduh pada 23 Oktober 2010
Wijaya, Yoga Permana, Pengertian Multimedia Interaktif, http://yogapw.wordpress.com/2010/01/26/pengertian-multimedia-interaktif, diunduh pada 19 April 2011.

Read More >>

Model Pembelajaran Sekolah Standar Nasional

Kamis, 20 Mei 2010 · 0 komentar

Mutu kegiatan belajar-mengajar akan mempengaruhi tingkat keberhasilan pelaksanaan SKM/SSN. Oleh karena itu, kegiatan belajar-mengajar bagi peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa perlu dirancang dan diatur sedemikian rupa sehingga dapat dicapai hasil percepatan belajar secara optimal, dan sebaliknya. Seperti dikemukakan Caroll dan Bloom (1974 dalam Munandar, 2001) bahwa banyak peserta didik yang memiliki bakat, minat, kemampuan dan kecerdasan luar biasa, bahkan sebaliknya maka dalam mengelola kegiatan belajar-mengajar dapat diterapkan pelayanan individual dan pelayanan kelompok.

Read More >>

Modul Microsoft Office 2003

Selasa, 27 April 2010 · 0 komentar

Microsoft office 2003 terdiri dari 7 program yaitu Microsoft word 2003, excel 2003, powerpoint 2003, access 2003 , outlook 2003 , publisher 2003, infopath 2003. dari semua program yang ada mempunyai kegunaan yang berbeda-beda tetapi mempunyai keterkaitan satu sama lain. Caranya membuat program- tersebut saling berhubungan adalah dengan memadukan program satu dengan program lainnya. Diantara aplikasi tersebut yang paling banyak dipakai sebagai aplikasi perkantoran adalah :

1. Microsoft Word 2003 mempunyai fungsi yang penting bagi banyak orang. Kegunaannya adalah membuat surat menyurat, membuat naskah karya tulis, dan lain-lain. DOWNLOAD MODUL

Read More >>

Download Multimedia Pembelajaran Gratis

Kamis, 08 April 2010 · 3 komentar

Contoh Multimedia Pembelajaran yang dapat Anda download secara GRATIS!

Biologi :
1. Jantung
2. Pernafasan
3. Ginjal
4. Mata
5. Struktur Jantung

Fisika :


1. Standing Waves
2. Gelombang
3. Constructive Destructive Interference
4. Konservasi Energi
5. Gerak pendulum
6. Partikel berosilasi
7. Simple Harmonic Motion

Perangkat Lunak Matematika (matematika):
1. A+ MathMat : adalah game matematika yang bertujuan untuk melatih dan menantang. Inti dari permainan ini adalah anak-anak harus mencari dua angka yang akan menghasilkan jawaban. DOWNLOAD

2. Math Flash : Flash Card Math Game yang melatih keterampilan matematika tentang penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dengan maksimum 999 nomor dan anak bebas menentukan kisaran angka untuk dihitung. Ditambah suara yang menunjukkan apakah benar atau tidak jawabannya, akan menyenangkan menggunakan game matematika ini. DOWNLOAD

3. MathMatics Junior : Game Matematika ini melatih perkalian dari angka 1 sampai 12. Memiliki fitur yang sangat lengkap. Dari statistik skor, warna tampilan, sound yang beragam, tampilan nilai untuk rentang waktu yang bisa disetting anak-anak mereka sendiri. Anak bisa menuliskan jawaban dengan menulis nomor atau dengan menekan tombol angka yang telah diberikan bantuan jawaban tersedia. Juga jika jawaban yang diberikan salah. Multimedia yang sangat interaktif. DOWNLOAD

4. Math Math PRO : Menghitung 1-9 menggunakan berbagai gambar yang dapat dipilih sendiri, menambahkan hingga pilihan maksimum 6, 9,10,19,20 50.100.200, dan 500, penjumlahan dengan menggunakan simbol gambar, kombinasi penambahan dan pengurangan, jumlah perkalian antara 0 hingga 20, pembagian dengan hasil pembagian 1-20. DOWNLOAD

5. Math N FLASH : Merupakan permainan penjumlahan yang menarik. Anak-anak yang tinggal menulis angka yang merupakan jawaban dari penjumlahan. DOWNLOAD

6. Math Flash 12 : Ambil saja. DOWNLOAD

7. Math SPEED Drill : Math game sederhana namun sangat lengkap. Melatih anak-anak dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dapat mengatur jumlah pertanyaan yang akan di tes. DOWNLOAD

8. NUM FUN : Ambil saja. DOWNLOAD

9. Roman Numeral : Ambil saja. DOWNLOAD

10. Metric Converter : Metric Converter unit software konversi sangat baik. Anda hanya menempatkan unit yang akan dikonversi. DOWNLOAD
Read More >>

Multimedia Pembelajaran Menurut Kegunaannya

Senin, 05 April 2010 · 2 komentar

Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi (Rachmat dan Alphone, 2005/2006).

Multimedia pembelajaran adalah media yang melibatkan teks, gambar, film, suara, animasi untuk menyampaikan pesan (pengetahuan) dalam proses pembelajaran. Melalui multimedia pembelajaran maka konsep yang abstrak dapat dihadirkan dalam proses pembelajaran dalam bentuk yang lebih konkrit sehingga menjadi lebih mudah untuk dipahami.

Dalam membuat media pembelajaran perlu diperhatikan, apakah media tersebut akan kita gunakan sebagai alat bantu untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah.

Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua :

1. Multimedia Presentasi Pembelajaran : Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint, dsb.

2. Multimedia Pembelajaran Mandiri : Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur assesment untuk latihan, ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware atau Adobe Flash. Sayangnya saat ini masih belum bisa ditemukan yang selevel dengan itu untuk opensource-nya. Kita juga bisa menggunakan software yang mudah seperti OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, asal kita mau jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.

Meskipun belum banyak guru yang mengembangkan multimedia pembelajaran namun minat guru pada multimedia pembelajaran cukup tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasnya guru untuk mengikuti berbagai seminar baik tingkat regional maupun tingkat nasional bahkan sampai tingkat internasional yang berkaitan dengan multimedia pembelajaran. Banyaknya guru yang mengikuti seminar tentang multimedia pembelajaran mudah-mudahan memberikan gambaran bahwa guru-guru sudah mulai berminat pada pengembangan multimedia untuk kemudian dapat diterapkan pada proses pembelajaran di kelas.

Dari berbagai sumber. Read More >>

ICT Center

ICT Center
" Majulah Teknologi dan Pendidikan Indonesia ! "

SPONSOR

Jumlah Kunjungan

 

ICT Center | Copyright © 2009 - Blogger Template Edited By paksoleh