Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Ujian Praktek TIK Kelas 9 Tahun Ajaran 2013/2014 SMP Negeri 1 Kaliwungu

Sabtu, 01 Maret 2014 · 1 komentar


Untuk Siswa Kelas 9 SMP Negeri 1 Kaliwungu Tahun Ajaran 2013/2014 yang akan mengikuti Ujian Praktek Mata Pelajaran TIK silakan perhatikan petunjuk berikut ini :

Prosedur Mengerjakan soal :
1.    Download soal terlebih dahulu DISINI.
2.    Kerjakan soal sesuai petunjuk yang terdapat pada soal tersebut.
3.    Tuliskan Nama dan No. Ujian di pojok kiri atas pada halaman jawaban.
4.    File yang sudah dibuat dan disimpan kemudian kirimkan melalui e-mail dengan fasilitas Attachment (lampiran). Untuk dapat melakukan Attachment file, langkahnya sbb  :
a)         Masuk di halaman Google lalu klik Gmail. Jika menggunakan Yahoo.com masuk ke Yahoo Mail.
b)        ketik  ID (username) dan  Password. Tekan Enter atau Klik Sign In (masuk).
c)         Klik New/Tulis
d)        Isilah To/Kepada  : paksoleh@gmail.com, Subject/Judul  :  Ujian Praktek TIK.
e)         Pilih/Klik Lampirkan File (gambar klip penjepit kertas) yang akan di-Attachmentkan, kemudian klik Open..
f)          Setelah file yang akan di-Attachment dipilih, proses Attachment Files akan berlangsung, tunggu sampai proses selesai.
Ulangi langkah no. f) ini, untuk melampirkan file jawaban dari soal yang kedua.
g)         Setelah proses Attachment Files selesai dan yakin benar, klik Send (kirim) untuk mengirim file yang kalian Attachmentkan ke alamat tujuan.
h)         Setelah selesai, jangan lupa klik Sign Out (keluar) untuk keluar dari email tersebut.

5.    Setelah selesai mengirimkan semua file, HAPUS file pekerjaanmu yang ada di komputer masing-masing.

Selamat mengerjakan, semoga sukses !
Jangan lupa, beri komentar pada kolom komentar dibawah .. 

Read More >>

Tips Menghadapi Ujian Nasional

Rabu, 20 Februari 2013 · 6 komentar



1. Persiapan Menjelang Ujian
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya, kecuali peralatan yang tidak boleh dibawa pada saat ujian. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
2. Tetap Tenang dan Percaya Diri
Yakinkan pada diri kamu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik. Karena percaya diri merupakan poin penting dari salah satu kesiapan dalam ujian nasional. Tanpa adanya kepercayaan diri terkadang otak kita bisa blank hilang konsentrasi. Caranya bisa dengan duduk yang tenang, santai, rileks.

Read More >>

Windows 8

Senin, 01 Oktober 2012 · 3 komentar

Microsoft akan merilis Windows 8 yang merupakan versi terbarunya pada 25 Oktober ini. Tetapi tampaknya sistem operasi yang mengusung user interface Metro tersebut kurang disambut antusias oleh para pengguna.

User interface Metro menyajikan tampilan yang sama sekali berbeda dari versi sebelumnya. Tampilan Metro terdiri atas kotak-kota tile yang mewakili aplikasi – mirip dengan fungsi ikon pada versi sebelumnya. Bila ikon lebih pasif dan hanya mewakili shortcut untuk aplikasi, tile dapat menampilkan pula informasi terbaru dari aplikasi yang diwakilinya. Misalnya tile aplikasi Twitter menampilkan tweet-tweet terbaru, atau tile aplikasi Facebook yang menampilkan status terbaru dari friend Anda.

Dengan mengklik-sekali sebuah tile pada Metro, Windows 8 akan menjalankan aplikasinya secara full screen. Anda tak akan menemui atau dapat menampilkan window yang bertumpuk yang masing-masing menjalankan aplikasi yang berbeda seperti pada Windows versi sebelumnya. Dengan user interface Metro kita seolah diminta untuk hanya fokus pada satu aplikasi – walaupun kita dapat menjalankan beberapa aplikasi di background dan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain.

Pengguna yang terbiasa menjalankan beberapa aplikasi dalam window-window , ketika menjalankan aplikasi di Metro akan merasakan seperti terpenjara pada satu aplikasi. Sepertinya kita hanya memiliki satu window. Memiliki layar yang lebar seolah percuma karena hanya menampilkan satu aplikasi. Memang bisa kita menampilkan dua aplikasi pada satu layar, tetapi itu hanya dua dan kita tidak dapat mengubah ukuran masing-masing window dengan lebih leluasa seperti sebelumnya.

Untungnya Windows 8 masih menyajikan interface klasiknya, yaitu Desktop. Desktop memang seperti interface Windows versi sebelumnya, tetapi tanpa menu Start. Kita dapat menumpuk window-window aplikasi yang kita jalankan di sini.

Aplikasi yang dijalankan di Desktop adalah yang belum mendukung user interface Metro. Sehingga kesannya Desktop ini dipertahankan hanya sebagai “transisi” sebelum semua aplikasi mendukung interface Metro. Anehnya masih banyak aplikasi bawaan Windows seperti System Tool, Notepad, Windows Explorer, dan lain-lain yang masih dijalankan di Desktop.

Apakah Microsoft belum sempat mengubah semua aplikasi miliknya untuk dijalankan di interface Metro? Rasanya tidak mungkin, tetapi mengapa ada dua jenis user interface, Metro dan Desktop, pada Windows 8? Entahlah.

Lepas dari itu, Metro memang tidak menyajikan feature dan pengalaman yang istimewa. Hal itu juga tercermin dari jajak pendapat yang dilakukan oleh ForumsWindows8.com – forum terbesar untuk Windows 8. Dari 50.000 pengguna yang disurvai, hanya 23% yang menyatakan Metro merupakan feature Windows 8 yang paling disukai. Ada 8 feature lainnya yang lebih disukai ketimbang Metro.

Yang mengejutkan juga pada hasil survai ini adalah: hanya 25% yang menyukai Windows 8, sedangkan 53% di antaranya masih menyukai Windows 7! 


Read More >>

HASIL UJIAN ULANG 1 PLPG TAHAP 1 S.D. 5 BLOK DAN 1 NON BLOK

Jumat, 21 September 2012 · 1 komentar


Selamat dan Sukses !! diucapkan bagi peserta yang Lulus pada Ujian Ulang  PLPG Tahap 1 s.d. Blok 5 dan Tahap 1 Non Blok, bagi yang belum lulus jangan berkecil hati, tetap semangat untuk mengikuti ujian Ulang ke 2.  Untuk selengkapnya, Hasil Ujian tersebut dapat diunduh disini !

Guna memberikan kesempatan yang cukup untuk belajar bagi peserta PLPG Tahap 1 s.d. 5 Blok dan 1 Non blok yang belum berhasil pada ujian ulang ke 1, maka ujian ulang ke 2 akan diselenggarakan pada ;

Hari : Minggu
Tanggal : 30 September 2012
Tempat : Gedung D FMIPA UNNES Sekaran Gunung Pati

Mekanisme pelaksanaan ujian ulang sebagai berikut :

1. Peserta yang mengulang UTN (UjianTulis Nasioanl) dilaksanakan pukul 08.00 wib-10.00 wib
2. Peserta yang mengulang UTN (Ujian Tulis Nasional) + UTL (Ujian Tulis Lokal) dilaksanakan pukul 08.00 wib-12.20 wib
3. Peserta yang mengulang UTL (Ujian Tulis Lokal) dilaksanakan pukul 11.00 wib-12.20 wib.

Catatan :
Soal untuk UTN (Ujian Tulis Nasional) merupakan soal objektif meliputi materi yang diajarkan sesuai bidang studi Soal untuk UTL (Ujian Tulis Lokal) merupakan soal uraian meliputi materi yang diajarkan sesuai bidang studi.
Read More >>

Hasil PLPG Tahap 6-8 Blok, Tahap 5 dan 8 Non Blog Rayon 112 Unnes Tahun 2012

Minggu, 16 September 2012 · 1 komentar


Setelah kemarin diumumkan hasil penilaian PLPG 2012 tahap 1 – 5 Blok dan 1 Non Blok, maka kali ini diumumkan lagi hasil penilaian untuk tahap 6 s/d 8 Blok, tahap 5 non blok dan tahap 8 non blok. Bagi anda yang merasa megikuti PLPG pada tahap tersebut, silakan dapat anda unduh dan lihat hasilnya melalui link di bawah ini :

Hasil Penilaian PLPG Tahap 6-8 Blok, Tahap 5 dan 8 Non Blok (File pdf)
Hasil Penilaian PLPG Tahap 6-8 Blok, Tahap 5 dan 8 Non Blok (File Excel)

Bagi yang statusnya masih mengulang baik SUTL maupun SUTN, ketentuannya adalah sebagai berikut :

Untuk Ujian ulang I akan dilaksanakan pada : 
Hari : Minggu
Tanggal : 23 September 2012
Tempat : Gedung D FMIPA UNNES
Pakaian : Putih Hitam

Mekanisme pelaksanaan ujian ulang sebagai berikut :
1. Peserta yang mengulang UTN (UjianTulis Nasioanl) dilaksanakan pukul 08.00 wib-10.00 wib
2. Peserta yang mengulang UTN (Ujian Tulis Nasional) + UTL (Ujian Tulis Lokal) dilaksanakan pukul 08.00 wib-11.50 wib
3. Peserta yang mengulang UTL (Ujian Tulis Lokal) dilaksanakan pukul 10.30 wib-11.50 wib.
4. Peserta yang mengulang Praktik, Ujian dilaksanakan setelah ujian SUTN dan SUTL selesai

Catatan: Soal untuk UTN (Ujian Tulis Nasional) merupakan soal objektif meliputi materi yang diajarkan sesuai bidang studi Soal untuk UTL (Ujian Tulis Lokal) merupakan soal uraian meliputi materi yang diajarkan sesuai bidang studi. 


Sumber : Portofolioguru.unnes.ac.id
  Read More >>

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Selasa, 10 Mei 2011 · 0 komentar

A. MEDIA PEMBELAJARAN
Kata media berasal dari bahasa latin Medoe yaitu bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Association of Education and Communication Technology di Amerika mendefinisakan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sementara Asosiasi Pendidikan Nasional memberikan pengertian media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatanya. Dari dua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat bagi penerima pesan.
Pengertian belajar secara umum adalah proses belajar dari tidak tahu menjadi tahu. Belajar adalah suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Sedangkan proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem dan media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen dalam sistem pembelajaran (Daryanto : 2010)

Gambar 1. Posisi Media dalam Sistem Pembelajaran (Daryanto : 2010)

Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran. Secara rinci Daryanto (2010) menyebutkan fungsi-fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
(1). Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
(2). Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungim baik karena jaraknya jauhm berbahaya atau terlarang.
(3). Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamari secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil.
(4). Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung.
(5). Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati.
(6). Dapat melaihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat atau sebaliknya melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat.
(7). Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang dan lama.
(8). Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara serempak.
(9). Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat dan temponya masing-masing. Dengn modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesempatan dan kecepatan asing-masing.

B. MULTIMEDIA
Multimedia adalah perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik (Romi Satria Wahono, 2008).
Menurut Yoga Permana Wijaya (2010), beberapa pakar mengartikan multimedia sebagai berikut :
1). Multimedia secara umum merupakan kombinasi 3 element yaitu suara, gambar dan teks (Mc Cormick,1996)
2). Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit 2 media input atau output dari data,media ini dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik, dan gambar (Turban dkk, 2002)
3). Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan prestasi yang dinamis dan intraktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001)

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, Yoga Permana Wijaya (2010) menyimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dan lain-lain. yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik.
Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak, diantaranya adalah untuk media pembelajaran, games, film, medis, militer, bisnis, desain, arsitektur, olah raga, iklan/promosi, dan lain-lain. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka multimedia tersebut dapat dikatakan interaktif.
Berdasarkan beberapa definisi tentang multimedia tersebut, elemen-elemen multimedia adalah sebagai berikut :
1). Teks
Teks merupakan bentuk media yang paling umum digunakan dalam menyajikan informasi untuk menjelaskan bahasa lisan. Teks dapat disajikan dengan berbagai bentuk huruf (font) maupun ukurannya.
2). Audio
Audio atau medium yang berbasis suara adalah segala sesuatu yang bisa didengar dengan menggunakan indera pendengaran. Contoh elemen audiao dalam multimedia antara lain lagu, narasi, sound effect.
3). Grafik ( image )
Grafik adalah suatu medium berbasis visual. Secara umum image atau grafik berarti still image (gambar tetap). Contoh dari elemen berbentuk image adalah foto, gambar digital, lukisan dan poster. Gambar yang disajikan pada komputer disimpan dalam bentuk bitmap atau vektor.

4). Animasi
Animasi merupakan rangkaian gambar yang disusun dan dimainkan secara berurutan. Suatu adegan yang tidak mungkin dilakukan secara live dapat diwujudkan dengan teknik animasi yaitu suatu teknik untuk membuat gambar diam menjadi gambar yang bergerak.
5). Video
Video menyediakan sumber daya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia. Ada 4 macam video yang dapat digunakan sebagai objek link dalam aplikasi multimedia: live video feed, video tape, video disk dan digital video.

C. MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya (Daryanto : 2010). Contoh multimedia interaktif adalah pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain-lain. Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi guru dan peserta didik. Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu pembelajaran dapat dikurangi, kualitas belajar peserta didik dapat ditingkatkan dan proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, serta sikap belajar peserta didik dapat ditingkatkan.

Menurut Daryanto (2010), multimedia pembelajaran mempunyai karakteristik sebagai berikut :
(1). Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
(2). Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasikan respon pengguna.
(3). Bersifat mandiri, dalam arti memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bantuan orang lain.

Selain memenuhi karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya juga memmenuhi fungsi sebagai berikut :
a. Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.
b. Mampu memberikan kesempatan kepada siswa (pengguna) untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri.
c. Mmperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang jelas dan dikendalikan.

Multimedia pembelajaran mempunyai beberapa model dalam penyajiannya. Daryanto (2010) mengelompokkan multimedia pembelajaran dalam beberapa macam model atau format, yuitu :
1. Tutorial
Model ini merupakan multimedia pembelajaran yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disajikan dengan teks, gambar, animasi dan grafik.
Pada saat yang tepat, yaitu ketika dianggap bahwa pengguna telah membaca, menginterpretasikan dan menyerap konsep itu, diajukan serangkaian pertanyaan atau tugas. Jika jawaban atau respon pengguna benar, kemudian dilanjutkan dengan materi berikutnya. Demikian juga sebaliknya jika jawaban pengguna salah, maka dapat dilakukan remedial. Kemudian pada bagian akhir akan diberikan serangkaian pertanyaan yang merupakan tes untuk mengukur tingkat pemahaman pengguna atas konsep atau materi yang disampaikan.

2. Drill dan Practise
Model atau format ini dimaksudkan untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran di dalam suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan terhadap suatu materi atau konsep. Multimedia pembelajaran ini juga menyediakan serangkaian pertanyaan yang ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan maka soal atau pertanyaan yang tampil akan selalu berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi yang berbeda.
Program ini juga dilengkapi dengan jawaban yang benar, lengkap dengan penjelasannya sehingga diharapkan pengguna akan bisa pula memahami suatu konsep tertentu. Pada bagian akhir, pengguna bisa melihat skor akhir yang dicapai, sebagai indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam menjawab soal-soal yang diajukan.

3. Simulasi
Multimedia pembelajaran dengan Model atau format ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya mensimulasikan pesawat terbang, dimana pengguna seolah-olah melakukan aktifitas menerbangkan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, atau pengendalian pembangkit listrik tenaga nuklir, dan lain-lain. Pada dfasarnya format model ini mencoba memberikan pengalaman masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan dengan suatu resiko, pesawat yang akan jatuh atau menabrak, perusahaan yang akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir.


4. Percobaan atau EksperimenModel atau format ini mirip dengan simulasi, namun lebih ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen, seperti kegiatan praktikum di laboratorium IPA, bilogi atau kimia. Program multimedia pembelajaran ini menyediakan serangkaian peralatan dan bahan, kemudian pengguna bisa melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk dan kemudian mengembangkan percobaan-percobaan lain berdasarkan petunjuk tersebut. Diharapkan pada akhirnya pengguna dapat menjelaskan suatu konsep atau fenomena tertentu berdasarkan percobaan yang dilakukan secara maya tersebut.

5. Permainan atau Game
Permainan dalam model atau format ini tentu saja tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia diharapkan terjadi aktifitas belajar sambil bermain. Dengan demikian pengguna tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar. Program ini biasanya disebut sebagai Game Education.

6. Kombinasi Berbagai Model
Manfaat secara maksimal dari multimedia pembelajaran dapat dicapai dengan mengkombinasikan beberapa model multimedia pembelajaran dalam satu program. Kelebihan dari tiap-tiap model yang bervarisi tersebut dapat disatukan dalam satu program multimedia pembelajaran. Model yang solid dan seringkali digunakan adalah model tutorial untuk mengajarkan konsep dan pengetahuan dasar, kemudian menggunakan model simulasi untuk memperkuatnya serta dapat mengaplikasikanya pengetahuan yang diperoleh.


Gambar 2. Berbagai Model Media Pembelajaran

Media pembelajaran berbasis multimedia haruslah mudah digunakan dan memuat navigasi-navigasi sederhana yang memudahkan pengguna. Selain itu harus menarik agar dapat merangsang pengguna tertarik untuk menjelajah seluruh isi program, sehingga seluruh materi pembelajaran yang terkandung di dalamnya dapat terserap dengan baik. Materi pembelajaran yang terkandung di dalamnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sesuai dengan kurikulum dan mengandung banyak manfaat. Program multimedia pembelajaran juga harus mudah di-install pada komputer, serta tidak memerlukan media penyimpanan lain dalam menjalankannya. Dengan kemudahan tersebut membuat pengguna merasa lebih praktis dan penyebarannya akan lebih luas.

Mei 2011
Mokahamd Soleh


DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran, Gava Media, Yogyakarta, 2010
Wahono, Romi Satria, Multimedia Pembelajaran: Pengantar dan Teknik Pengembangan http://www.romisatriawahono.net, diunduh pada 23 Oktober 2010
Wijaya, Yoga Permana, Pengertian Multimedia Interaktif, http://yogapw.wordpress.com/2010/01/26/pengertian-multimedia-interaktif, diunduh pada 19 April 2011.

Read More >>

Utilization of ICT in Teaching Materials Preparation

Rabu, 31 Maret 2010 · 0 komentar

A. Background

Information and Communication Technology (ICT) in recent years developed very rapidly in line with the growth and convergence that occurred in telecommunications technology. Various technologies and applications are created in an effort to support the operational activities of human life and organizations, including the teaching and learning activities.

Menyingkapi pekembangan and progress in ICT lecturers as professionals are required in order to develop ICT-based teaching materials. ICT is one of the factors of change in conveying information, applications, and knowledge management are also happening in the world of learning.

Based on the request of the professionalism of every teacher must master ICT-based learning systems, especially in college. Currently most of the PT is still dominated by the role of teachers (teacher-oriented) as a source of knowledge for students. PBM bounded held in classrooms, learning and interaction in the form of transfer of knowledge from lecturer to student. While very rapid growth of knowledge has made the learning resources in libraries is not enough to accommodate the students' intellectual exercise. In an era of global communication between institutions, experts, and various learning resources, the interaction can be done anywhere and anytime by anyone.

The development of ICT-based education bergatung on ICT infrastructure and culture in society. Within that framework, the first step for ICT-based education is a computer-based education. At this stage, the computers used to manage and implement the interaction of the educational process. Furthermore, used for assisting computer learning tutorials and simulations with the program as a stand-alone programs for student learning. E-Supported Education offers the use of ICT with a LAN that is used for a larger scope, such as student databases, library databases, database aministrasi, e-learning. etc..

This paper will discuss pemaanfatan ICT in the writing of teaching materials that will be used for e-learning. Before step how to write teaching materials using ICT need to know the role of ICT in learning.

B. ICT as a tool (the media)


The first step for ICT-based education is a computer-based education. Computers have been applied in the study began in 1960 (Lee, 1996). In forty years the use of computers have different periods based on trends of existing learning theories. The first is a learning period with a computer with a behaviorist approach. This period is characterized by learning that emphasizes the repetition of drill and practice method. The next period is a period of communicative learning as a reaction to the behaviorist. Learning is more emphasis on the use of the forms are not on the form itself as in the behaviorist approach.

Period or the last trend is an integrative learning with computers. Integrative learning gives suppressor on integrating the various skills that integrate technology more fully in learning.

Lee formulate at least eight reasons for the use of computers as a medium of learning (Lee, 1996) The reasons are: experience, motivation, enhance learning, authentic materials, the interaction of a broader, more personal, not fixed on a single source, and understanding global.

With a computer on the internet network tersambungnya the learners will get a broader experience. Learners not only be a passive recipient but also a determinant of learning for himself. Learning with computers will provide higher motivation because the computer is always associated with fun, games and creativity. Thus the learning itself will increase. As said by Richmond (1999) and Stevens (1992) material on-line not only as reference material for more efficient but more effective as a source kogninif. For example, the definition of an unknown word while working on assignments, students just click on the dictionary on-line or free with the word in context, this is a source of cognitive activity that can be used to retrieve information gathered from the other sources.

Learning with computers will allow the learners to get an authentic learning materials and can interact more broadly. Learning becomes more personal nature that will meet the needs of different learning strategies varied.

C. ICT as a Tutor

Learning is a process of communication between learners, instructors and teaching materials. Communication will not run without the help of the means to deliver message or media.

The forms of stimulus could be used as a medium of which are (1) relationships or human interaction, (2) realia; (3) Motion picture or not; (4) writing and (5) the recorded voice. The five forms of this stimulus will help learners to learn certain subjects. However, it is not easy to get the five forms in a single time or place.

Computer technology is an invention that allows to present some or all of the above forms of stimulus that would be more optimal learning. However, problems arise not as easy as one might imagine. Teachers are people who have the ability to realize the fifth form of the stimulus in the form of learning by way of preparing teaching materials assisting computer. However, most teachers do not have the ability to present the fifth stimulus by a computer program while computer programmers are not learning to master a subject which Amnestied faculty.

Solution is to realize that stimuli in a computer program using the software easy to learn As such, the teachers will easily realize the ideas of teaching. Learning software program can be a tutor for pembelajarnya.

Good instructional media must meet several requirements, namely instructional media should increase the motivation of learners. Use of the media has a goal to motivate learners. Also the media should also stimulate the learner and remember what you've learned in addition to providing new learning stimuli. A good media will also enable learners to provide feedback, feedback, and will encourage students to do the practices correctly.

D. How to Write a Subjects who Presented with ICT-Based ?

Writing instructional materials that will be presented in the form of ICT (e-learning) first, make a Learning Object Material (LOM) first. LOM is almost like the syllabus or lesson plans. LOM include the name and description of subjects, learners, learning objectives in the form of standards of competence, basic competence, reading material, presentations, Illustration Audio Video / simulation, URL addresses, glossary, exercises, quizzes, assignments, Calendar and Instructional Method.

Leaning that material objects can be made with a variety of different computer application programs (software. thing that should be considered in the selection of software other than the ability or mastery of the software, is the hardware specs (hardware) are available on campus. Consideration of the hardware specification is very important, because only with hardware that supports the specification, ICT-based teaching materials that have been made out properly. If availability ¬ hardw are on campus edition of P166 down, it is not advisable to make ICT-based teaching materials using Macromedia Flash, to the condition that the use of hardware like Microsoft programs Power Point is sufficient. The Microsoft Power Point display menus are useful in the manufacture of ICT-based teaching materials that are tutorials. These menus are animated menus; menu to insert (import files), voice, video and animated images; and menu link (hyperlink) to connect between one node (node) or a file with a knot or other files. Menu-menu makes Microsoft Power Point program not only serves as a presentation tool (tools) but can be developed as tutors.

Other things to consider in making ICT-based teaching materials is the availability of a tutorial nature menus that are accessible and there is an icon tutorial that will guide the users of ICT-based teaching materials. Icons have been provided by the program Learning Management System (LMS) such as city Web, Blackboard, Moodle and others.

Teaching materials that will be included (uploaded) to the LMS can be made yourself with a variety of file formats like Word, ppt, PDF, swf etc. but it can take a (downloadable) from the URL or website address associated with a specific teaching materials. Searching engine program may help us to find material that we want by browsing on the Internet. Programs that can be used for browsing such as google.com, yahoo, AltaVista, Twigine, etc..

E. The advantages of ICT-based Instructional Materials

• Getting students to use ICT as a medium of learning, giving learners personal empowerment skills independently;
• Learning without time and space is limited
• These materials are always up to date pembelajaranya
• More active and creative in developing ideas
• Motivating learners
• Maturity student thinking
• Information from various sources of information
• Rich cultural experience
• Containers of creative works for the students;
• Increase the higher thinking skills;
• Facility in finding specific information by way of logical thinking

Adapted from various sources.


Good luck
Read More >>

5 Sources for Free Computer Technology Education Online

Jumat, 26 Maret 2010 · 0 komentar

Lacking in computer knowledge? Here are 40 computer technology courses that can be taken for free online.

Computer

1. Massachusetts Institute of Technology (mit.edu)

MIT offers more than 50 free computer technology courses at the undergraduate and graduate level. Courses are easy to download and most include lecture notes, labs, assignments, audio, videos and text lessons.

University of California at Berkeley (berkeley.edu)

UC Berkeley offers a wide variety of free computer technology. Courses are broken down into separate lectures and can be viewed as webcasts or in some cases downloaded as podcasts.

3. About University (about.com)

There are more than 50 free computer technology courses offered through About University. Courses are delivered daily or weekly to your email address of choice and last anywhere from one day to 12 weeks. Most courses are text based, but some include images, videos and links to additional resources. There is also a guide that you can email and a discussion forum if you come across something you don't understand.

4. HP Learning Center (hp.com)



There are dozens of free computer technology courses available through the HP Learning Center. Courses are instructor-led and available 24/7. Most of the courses are text based, but there are quite a few video courses to choose from as well.

5. Goodwill Community Foundation (gcflearnfree.org)

GCFLearnFree.org, which is funded by the GCF, offers several different free computer technology courses. Most courses focus on the basics and are broken down into easy-to-follow lessons. Individuals who aren't interested in self-study can sign up for instructor-led courses (also free.)


Read More >>

Security Management With Your Phone

· 0 komentar

Since the Apple iPhone debuted, the term "smartphone" finally caught on in the public consciousness, despite there being quite capable Blackberry models from RIM (Research In Motion) and other offerings from Motorola, Nokia and LG for years now. With the recent flurry of activity involving the Google Android operating systems, smartphones are definitely moving from headlines to people's hands. Like other PDA/phone systems, users get multiple capabilities for testing, e-mailing, calling and using specially designed "apps" to do many things. One of the most valuable "things" happens to be security management with your phone, and owners of home and business security systems are well served with the new, rapidly maturing technology.

It doesn't take long for top manufacturers of DVRs, cameras and pre-packaged surveillance systems to recognize a great new platform, so Android, Blackberry and iPhone users can all take advantage of new remote-control security powers. There are now standalone DVR systems that run a Web server on the equipment and offer basic remote viewing of up to four cameras, simultaneously, refreshing the views up to once every second (depending on Internet speeds). The viewing is basic, but with some of these systems the size of an old VCR, with no requirement for a dedicated PC, it meets many users' needs. Computerized systems With the more popular PC-based systems, home and business security can take advantage of even more "tech power."

You can get "DVR cards" that let you capture video into your PC or connect IP cameras, and your smartphone (of most types) can run a mobile application especially designed to interface with the components you select. You can get streaming video, not sequential snapshots, directly into your smartphone from your remote system. More and more PC-based systems are being developed to support Android, Apple and other operating systems, and the pickings are getting pretty good. Make sure you do your homework before buying a new smartphone if your security system is already installed and operating as you like. You need security camera software with a client designed for your specific OS, a universally-accessible Web page with "dashboard" style controls or a standalone DVR using a similarly "friendly" interface. You may be able to do much more than passively view images, too, and change settings, archive or delete material or alter various other operations, even in real-time. Phones need security, too Of course, if you are going to start running your security operation remotely, you need to ensure that your smartphone, laptop, netbook or whatever device you are using can connect without being hacked, hijacked or incapacitated. According to a January 2010 report from ABI Research, the number of smartphones protected by some form of advanced security software will increase fivefold in the next five years. This is just what is expected when IT departments look to mobile management services to offer functionality that is similar to that of the desktop. At the same time that this is occurring, however, many of those departments have not instituted well-defined policies set up as they do for remote computers. The report concluded that there was "almost nothing" for smartphones. It may be that smartphone security won't be something that individual IT departments choose to manage, which explains the numbers of mobile operators and security firms starting to enter the "mobile device management" field. When developed by another company with the reach and the market presence to amortize the development cost over thousand or millions of units, the resulting service model might add just a small monthly fee to each secured smartphone's operational cost. Security client software would be installed on the smartphones, and each IT department could engage remote handset locks or initiate data wiping, or accomplish whatever it is the situation requires.

And next? It was not that long ago that the PC security software market exploded with the growth in the sophistication and penetration of malware, and the Wi-Fi security market reacted similarly when the Wireless Encryption Protocol (WEP) was shattered into a million pieces. Mobile device management and security services has definitely ripened as a market now that smartphones are used as desktops, are used to control other kinds of desktops and even store valuable intellectual property locally, which they will do more and more of as their memory capacities increase. Even when the smartphones are mere conduits, holes in the security could result in your flow of information being diverted, without your knowledge, to various other destinations. As smartphones and security systems continue both independent and integrated development tracks, competition and ongoing technological progress will provide tools, at reasonable cost, for securing your company or home, managing that security remotely with a variety of devices like smartphones and protecting every new tool and process that enters into the formula. There's a lot to keep up on, but fortunately, you don't have to go it alone. Keep up on what is happening by continuing to read a good blog, a few good sites and any ads and commercials on the products - that is how you stay up to date!



Read More >>

Mengembalikan Tampilan Facebook Seperti Semula

Kamis, 25 Maret 2010 · 0 komentar

Merubah tampilan facebook mungkin pernah Anda lakukan, tetapi malah kesal dengan loadingnya yang lambat. Dari pada jengkel dan bikin hati kesal menunggu lambatnya loading silakan saja kembalikan kondisi tampilan facebook seperti semula. Jika Anda melakukan cara yang ada di blog ini yaitu cara merubah tampilan facebook dengan yontoo atau userstyle silakan kembalikan tampilan facebook seperti semula dengan cara berikut:

1. Masuk tools
2. Pilih Add-ons
3. Pilih Extentions


4. Pilih Yontoo Layers/Stylish
5. Uninstall atau Disable

6. Restart Mozila Firefox

*) tambahan untuk yang cara Yontoo
agar lebih bersih untuk mengembalikan tampilan facebook seperti semula lakukan remove aplikasi PageRage (pilih remove this aplication)

Silakan lihat kembali halaman facebook Anda :)
Read More >>

ICT Center

ICT Center
" Majulah Teknologi dan Pendidikan Indonesia ! "

SPONSOR

Jumlah Kunjungan

 

ICT Center | Copyright © 2009 - Blogger Template Edited By paksoleh